Hujan deras yang menguyur kawasan
Puncak-Cipanas, Cianjur, jabar, sejak kemarin Kamis sore hingga Jumat
pagi, membuat sejumlah jalan utama Bogor-Cianjur, tergenang air setinggi
setengah meter.
Selain itu, banjir bandang akibat hujan
deras, sempat merendam beberapa perkampungan di tiga kecamatan, Pacet,
Cipanas dan Sukaresmi.
Bahkan bencana alam longsor
sempat terjadi dibeberapa titik ruas jalan utama dan alternatif di
kawasan tersebut, seperti di Jalan Raya Cipanas, Ciloto dan Puncak.
ANTARA melaporklan, hujan yang turun deras sejak dua hari
terakhir, membuat jalur utama Puncak-Cipanas, tergenang banjir. Air bah
setinggi setengah meter, sempat terlihat di sepanjang Jalan Raya
Cipanas, hingga Jalan Hanjawar.
Akibatnya arus kendaraan
dari kedua arah Bogor maupun Cianjur, sempat menumpuk dibeberapa titik
guna menghindari terjebak banjir.
"Kami sudah tertahan
sejak pukul tiga dini hari. Air seperti ditumpahkan dari arah atas,
seperti pertigaan Pasar Cipanas dan beberapa titik di Jalan raya
Cimacan, tepatnya dari arah Cibodas," kata Kurnia (39) supir truk
bermuatan sayur mayur, Jumat.
Dia menambahkan, banjir
kali ini di kawasan Cipanas, dinilai paling parah sepanjang dirinya
sebagi supir. Pasalnya landasan jalan tertutup air yang membawa material
tanah dan batu berukuran sedang.
"Sepanjang saya jadi
supir selama 11 tahun, baru kali ini, kami kesulitan untuk melintas
karena banjir membawa material tanah dan batu berukuran sedang. Untuk
menghindari mogok dan hal tidak diinginkan, kami memilih untuk
berhenti," ucapnya.
Sementara itu, selain mengenangi
jalur Puncak-Cianjur, air bah yang datang menjelang pagi itu, membuat
sejumlah perkampungan terendam banjir.
Rata-rata
perkampungan tersebut, terendam banjir hingga satu meter, seperti di
Kampung Cimacan, Jolog di Kecamatan Cipanas, Kampung Ciguntur, Kecamatan
Pacet dan beberapa jembatan putus di Kecamatan Sukaresmi.
Menjelang siang ratusan kepala keluarga di kawasan bencana tersebut,
terlihat mulai membersihkan rumahnya masing-masing dari material tanah
dan batu yang terbawa banjir.
Hingga saat ini, belum ada
laporan resmi dari pihak terkait perihal jumlah kepala keluarga yang
terkena banjir atau mengungsi. Namun tercatat di Kecamatan Pacet,
tepatnya di Kampung Ciguntur, belasan kepala keluarga kembali mengungsi.
Minggu, 20 Januari 2013
Puluhan Rumah di Cipanas - Cianjur Terendam Banjir
INILAH, Cianjur - Sedikitnya 40 rumah di Kampung Jalimun RT
04/13 Desa Cipanas Kecamatan Cipanas Kabupaten Cianjur, terendam banjir
akibat meluapnya aliran kali di wilayah tersebut. Ketinggian air
mencapai hampir 1 meter.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Hanya saja satu rumah
kontrakan milik Kholik yang dihuni Endin Sajidin mengalami rusak berat
karena bagian belakang rumah jebol diterjang air. Akibatnya, hampir
semua perabotan isi rumah hanyut dibawa air.
Berdasarkan informasi, banjir terjadi saat hujan deras Jumat (18/1/2013) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saluran air di wilayah itu tak mampu menampung debit air lantaran tersumbat reruntuhan tembok penahan tebing Istana Cipanas. Akibatnya, air meluap hingga merendam permukiman penduduk. Sebanyak 40 rumah warga terendam dalam kejadian itu.
Ketua RT setempat Baban Banisyah mengatakan banjir yang merendam puluhan rumah warga baru kali pertama terjadi. Saat kejadian, hampir sebagian besar warga sedang tertidur lelap. "Tiba-tiba rumah saya terendam banjir. Saya segera ke luar rumah, dan ternyata di luar air menggenani permukiman warga," kata Baban, Jumat (18/1/2013).
Baban menyebutkan, luapan air mencapai ketinggian sekitar 1 meter. Penyebabnya, kata Baban, lantaran saluran air di wilayahnya tersumbat reruntuhan tembok penahan tebing Istana Cipanas. "Saluran air jadi tersumbat karena reruntuhan tembok penahan tebing runtuh," tuturnya.
Sayangnya, lanjut Baban, hingga saat ini belum ada pihak Istana Cipanas meninjau kondisi permukiman warga yang terendam banjir. Begitu pula aparat pemerintahan desa, kecamatan, maupun kabupaten, belum ada yang meninjau kondisi di lokasi. "Tadi baru datang Pak Dandim yang meninjau ke sini. Sementara dari pemerintahan sendiri belum ada," tuturnya.
Baban menuturkan air mulai surut sekitar pukul 04.00 WIB. Namun akibat kejadian itu menyisakan duka bagi warga setempat. "Air surut dengan sendirinya," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, hingga tadi siang, warga setempat mulai membersihkan sisa-sisa banjir. Kebanyakan, isi rumah dipenuhi lumpur dan pasir berikut sampah-sampah. Tidak hanya rumah, banjir juga merendam areal kebun sayuran milik masyarakat setempat seluas hampir 500 meter persegi
Berdasarkan informasi, banjir terjadi saat hujan deras Jumat (18/1/2013) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saluran air di wilayah itu tak mampu menampung debit air lantaran tersumbat reruntuhan tembok penahan tebing Istana Cipanas. Akibatnya, air meluap hingga merendam permukiman penduduk. Sebanyak 40 rumah warga terendam dalam kejadian itu.
Ketua RT setempat Baban Banisyah mengatakan banjir yang merendam puluhan rumah warga baru kali pertama terjadi. Saat kejadian, hampir sebagian besar warga sedang tertidur lelap. "Tiba-tiba rumah saya terendam banjir. Saya segera ke luar rumah, dan ternyata di luar air menggenani permukiman warga," kata Baban, Jumat (18/1/2013).
Baban menyebutkan, luapan air mencapai ketinggian sekitar 1 meter. Penyebabnya, kata Baban, lantaran saluran air di wilayahnya tersumbat reruntuhan tembok penahan tebing Istana Cipanas. "Saluran air jadi tersumbat karena reruntuhan tembok penahan tebing runtuh," tuturnya.
Sayangnya, lanjut Baban, hingga saat ini belum ada pihak Istana Cipanas meninjau kondisi permukiman warga yang terendam banjir. Begitu pula aparat pemerintahan desa, kecamatan, maupun kabupaten, belum ada yang meninjau kondisi di lokasi. "Tadi baru datang Pak Dandim yang meninjau ke sini. Sementara dari pemerintahan sendiri belum ada," tuturnya.
Baban menuturkan air mulai surut sekitar pukul 04.00 WIB. Namun akibat kejadian itu menyisakan duka bagi warga setempat. "Air surut dengan sendirinya," ujarnya.
Berdasarkan pantauan, hingga tadi siang, warga setempat mulai membersihkan sisa-sisa banjir. Kebanyakan, isi rumah dipenuhi lumpur dan pasir berikut sampah-sampah. Tidak hanya rumah, banjir juga merendam areal kebun sayuran milik masyarakat setempat seluas hampir 500 meter persegi
Langganan:
Postingan (Atom)